Thursday, June 10, 2010

Tuesday, September 16, 2008

Kajian Perburuan & Perdagangan Satwa

Dengan metode investigasi yang telah dilakukan teman2 Tim Investgasi, suatu kesimpulan kondisi perburuan & perdagangan satwa di Randublatung yang dapat diungkapkan antara lain :

Perburuan
Pemburu satwaliar di dominan oleh masyarakat dari daerah sekitar hutan wilayah KPH Randublatung, utamanya warga dari kecamatan yang langsung berdekatan dengan hutan seperti Kecamatan Randublatung, Jati Doplang, Gabus, Sulursari dan Banjarejo.

Pelaku perburuan satwaliar secara umum memiliki pekerjaan pokok sebagai petani. Kegiatan perburuan dilakukan hanya sebagai tambahan ekonomi dan hobby dan sudah dilakukan selama lebih dari 5 tahun.
Jenis-jenis satwaliar yang dilindungi paling sering diburu :
Mamalia : kijang (Munticus muntjak), babi hutan (Sus scrofa)
Aves : tekukur (Streptopelia chinensis), perkutut (Geopelia striata), kutilang (Pycnonotus aurigaster)
Reptilia : biawak (Varanus salvator ).

Para pelaku perburuan sebagian besar tidak mengetahui jenis-jenis satwaliar yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan CITES Appendix I, II dan III.

Perdagangan
Pedagang satwaliar secara umum memiliki pekerjaan pokok sebagai petani. Kegiatan perburuan dilakukan hanya sebagai tambahan ekonomi dan hobby dan sudah dilakukan selama lebih dari 5 tahun.
Asal satwaliar yang diperdagangkan sebagian besar dari hasil buruan sendiri.

Jenis-jenis satwaliar yang dilindungi paling sering diperdagangkan :
Mamalia : kijang (Munticus muntjak), babi hutan (Sus scrofa)
Aves : kutilang (Pycnonotus aurigaster), perkutut (Geopelia striata), kacer (Copsychus saularis), glatik jawa (Padda oryzivora), jalak hitam (Acridotheres javanicus) ayam hutan (Gallus varius)
Reptilia : biawak (Varanus salvator)

Yang Mesti Dilakukan Ke Depan
Pelaksanaaan monitoring kontinyu dan konsisten yang memantau kegiatan perburuan dan perdagangan satwa liar.

Upaya-upaya pengendalian terhadap kegiatan perburuan dan perdagangan satwaliar, antara lain dengan upaya pencegahan, serta dengan meningkatkan kualitas SDM baik dari pihak Perhutani sendiri maupun pihak di luar Perhutani.

Monday, September 15, 2008

Randublatung Berbunga



Lumayan menyejukkan, ditengah pucak kemarau Randblatung berbunga yang gerah-panas-terik berapa bunga dan pohon di depan kantor berbunga. Kuning-merah-bougenville-anonim. Indah-bagus-kemilau-asri..sekedar dapat menyejukkan mata dari warna gerah kemarau.
Walau nama pohon ini saya tidak tahu, ... apalah arti sebuah nama. Bunga kuning berbunga merata hampir pada semua ujung daun.

Friday, September 12, 2008

Species Interest Randblatung


There're 5 species interest in Randublatung FMU. Here there're :
1. Jelarang bilalang (Ratufa affinis)
2. Merak (Pavo munticus)
3. Kijang (Muntiacus muntjak)
4. Elang bido ( Spilornis cheela)
5. Biawak (Varanus savaltor)
It's all about forest matter...obut life!! D U believe??

Monday, September 1, 2008

HCVF RANDUBLATUNG

Berdasarkan substansinya enam atribut HCVF sebagaimana dideskripsikan oleh FSC dikelompokkan ke dalam dua bidang kajian nilai yaitu (A) Nilai-nilai ekologis dan (B) Nilai-nilai sosial. Hasil identifikasi keberadaan HCVF telah dilakukan KPH Randublatung dengan TFT (Tropical Forest Trust) dengan melibatkan justifikasi akademisi.

A. Kajian nilai-nilai ekologis

1. HCV1

1.1 Unit managemen berada dalam atau diusulkan sebagai hutan lindung?.

· Cagar Alam Bekutuk mempunyai luas 25,4 Ha, cagar alam dengan vegetasi hutan alam jati. Kewenangan pengelolaan berada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Departemen Kehutanan berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.79/Menhut-II/2004 tentang Penetapan Kawasan Hutan Bekutuk. Guna mendukung pengelolaan habitatnya KPH Randublatung menetapkan zone penyangga seluas 328,8 ha.

· Kawasan Perlindungan Plasmanutfah petak 31 BKPH Boto seluas 25,3 ha dengan dominasi tegakan jati yang ditanam pada tahun 1960 dengan kenampakan vegetasi mendekati hutan alam sekunder dengan zone penyangga kawasan seluas 225,7 ha.

· Kawasan Perlindungan Plasmanutfah petak 84a BKPH Pucung seluas 34,2 ha dengan dominasi tegakan jati yang ditanam pada tahun 1935 dengan kenampakan vegetasi mendekati hutan alam sekunder dengan zone penyangga kawasan seluas 174,1 ha.

1.2 Unit managemen berisi (mungkin) spesies langka, terancam dan hampir punah?.

· Kelas mamalia sebanyak 8 jenis yaitu :.jelarang bilalang (Ratufa affinis), codot pisang coklat (Macroglossus minimus), musang belang (Paguma lavarta), kijang (Muntiacus muntjak), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), garangan ekor panjang (Herpestes semitorquatus), bajing terbang hitam (Aeromys tephromelas), luwak kembang (Paradoxurus hermaproditus).

· Kelas aves sebanyak 14 jenis satwa langka, yaitu kuntul putih (Bulbulcus ibis), glatik jawa (Padda orzyzivora), elang bido (Splilornis cheela), merak (Pavo muticus), pungklor (Pitta guajava), burung hantu (Otus lempiji), betet (Psittacula alexandri), elang ular jari pendek (Circaetus gallicus), bangau tong tong (Leptoptilos javanicus), bangau sendang lawe (Ciconia episcopus), alap-alap capung (Microhierax frigillarius), kangkareng perut putih (Anthracoceros albitrotris), alap-alap layang (Falco cenchoides), sikatan/kipasan belang (Rhipidura javanica).

· Kelas reptil amfibi sebanyak 3 jenis satwa langka, yaitu katak bencok (Huaia masonii), biawak (Varanus salvator) dan katak pohon jawa (Rachophorus javanus).

1.4 Unit managemen Hutan berisi habitat kritis, jalur atau lokasi tujuan migrasi, atau konsentrasi spesies semusim?.

Kawasan Sumber Lumpur Kesongo merupakan kawasan hutan seluas 105,9 ha di BKPH Trembes dengan keunikan perpaduan hamparan hutan rawa tentatif dan savana serta sumber lumpur. Kawasan tersebut merupakan sarang 19 jenis aves dan lokasi migrasi burung kuntul putih (Bulbucus ibis), bangau tongtong (Leptotilos javanicus), belibis batu (Dendrocygna javanica), bambangan merah (Ixopbrychus cinnamomeus) dan cangak merah (Ardea purpurea). Zone penyangga kawasan ini seluas 707,2 ha.

2. HCV2

2.3. Unit Manajemen Hutan mempunyai populasi spesies yang ada secara alami dalam jumlah yang layak?

Berdasarkan survey biodiversity telah ditentukan 6 (enam) species interest yaitu jelarang bilalang (Ratufa affinis), kuntul putih (Bubulcus ibis), biawak (Varanus salvator), merak (Pavo muticus) dan elang bido (Spilornis cheela).

3. HCV3

3.1 Unit managemen hutan berisi ekosistem langka, terancam, dan hampir punah?.

Kawasan Rawa Kesongo merupakan hamparan ekosistem rawa seluas kurang lebih 5,0 ha. Kawasan tersebut juga merupakan sarang berbagai 19 jenis aves dan lokasi migrasi berbagai jenis aves.

Kawasan Savana Kesongo adalah adalah komunitas tumbuhan yang bersekala regional dan merupakan suatu komunitas antara. Struktur ekosistemnya tersusun atas pohon-pohon yang menyebar dengan kanopi yang terbuka sehingga memungkinkan rumput untuk tumbuh di lantai komunitas. Savana di Pulau Jawa termasuk dalam kategori ekosistem RTE. Dalam atribut HCVF, savana termasuk dalam kategori HCV3.

4. HCV4

4.1 Unit Managemen Hutan menyediakan pasokan utama kebutuhan air minum?

Lokasi menjadi sumber air di kawasan KPH Randublatung adalah kawasan Sendang Wedok (petak 68 a RPH Sumengko BKPH Boto), Sendang Kuwung (petak 123 c RPH Menden BKPH Beran), Sendang Salak (petak 123 a RPH Trembes BKPH Temuireng), Mata Air Banyuasin (petak 22 g RPH Banyuasin BKPH Ngliron) dan Sendang Apit (petak 14 d RPH Sugih BKPH Boto) dan Mata Air Delok (petak 51a RPH Delok BKPH Tanggel).

4.2 Unit Managemen Hutan memiliki bagian yang sangat penting akan area tangkapan air?.

KPH Randublatung termasuk dalam 2 wilayah tangkapan DAS yaitu DAS Solo (Sub DAS Wulung) seluas 29.184,3 ha (91,5%) dan DAS Serang (Sub DAS Medang) seluas 2.714,9 ha (8,5%).

B. Kajian nilai-nilai sosial

1. HCV4

4.1 Unit Managemen Hutan menyediakan pasokan utama kebutuhan air minum?

Penjelasan seperti pada kajian ekologis poin 4.1.

2. HCV5

5.1 Masyarakat lokal menggunakan Unit Managamen Hutan untuk pemenuhan kebutuhan dasar atau mata pencaharian. Ya

Beberapa nilai yang dianggap penting untuk memberikan dukungan kehidupan terhadap masyarakat sekitar (proses full assesmen masih berjalan) antara lain sistem tanam tumpangsari, pemenuhan kebutuhan kayu bakar dan hijauan makanan ternak

3. HCV 6

6.2 Masyarakat setempat menganggap bahwa hutan merupakan bagian yang sangat penting.

KPH Randublatung terdapat 12 situs, situs-situs ini sudah menjadi milik masyarakat umum dan bukan menjadi milik khusus masyarakat adat antara lain situs Pertapan Kesongo (BKPH Trembes), Jati Denok (BKPH Temanjang), Pertapan Mundu (BKPH Boto), Manganan (BKPH Temanjang), Kedung Putri (BKPH Temanjang), Balekambang (BKPH Temanjang), Pertapan Ngreco(BKPH Beran) dan Kuburan Kuwung (BKPH Boto). Situs-situs ini termasuk dalam HCV 6 terkait dengan nilai relegi, sosial-budaya dan ekologi sebagaian masyarakat. Situs-situs ini dalam konteks perlindungan areal sudah diidentifikasi, diberi tata batas secara permanen, dilindungi oleh managemen KPH Randublatung dan sudah diakomodasi oleh prinsip 3.3.

Monday, August 18, 2008

INSPIRING

Inspirasi apa yang didapatkan dari seorang Jim Morrison-The DOORS yang mati muda karna OD?? Mengapa tokoh seniman fenomenal kecenderungan mati muda karena OD? Jimmi Hendix, Kurt Cobain dan ...Nike Ardilla he2x. Apakah itu yang menginspirasi sehingga menjadi trend?
Totalitas ... Jim Morrison. Totallitas dalam meneriakkan semangat Light My Fire, totalitas amplitudo-vokal-gumam-teriak. Totalitas suanana magis The End.

Light My Fire
You know that it would be untrue;
You know that I would be a liar;
If I was to say to you;Girl,
we couldn't get much higher
Come on, baby,
light my fire,
Come on, baby,
light my fire,
Try to set the night on fire
The time to hesitate is through,
No time to wallow in the mire,
Try now we can only lose,
And our love become a funeral pyre
The time to hesitate is through,
No time to wallow in the mire;
If I was to say to you;
Girl, we couldn't get much higher

The End
This is the end, beautiful friend
This is the end, my only friend,
the endOf our elaborate plans,
the endOf everything that stands,
the endNo safety or surprise,
the endI'll never look into your eyes Again
Can you picture what will be
So limitless and free
Desperately in need
Of some stranger's hand
In a desperate land
Lost in a Roman wilderness of pain
And all the children are insane
All the children are insaneWaiting for the summer rain
There's danger on the edge of town
Ride the king's highway, baby
Weird seems inside the gold mine
Ride the highway west, baby
Ride the snake
Ride the snake, to the lake, the ancient lake, baby
The snake is long seven miles
Ride the snake
He is old and his skin is cold
The West is the best
The West is the best
Get here and we'll do the rest
The blue bus is calling us
The blue bus is calling us
Driver, where you taking us
The killer awoke before dawn
He put his boots on
He took a face from the ancient gallery
And he walked on down the hall
He went to the room where his sister lived
And then he paid a visit to his brother
And then he walked on down the hall
And he came to a door,and he looked inside
"Father?" -
"Yes, son?" -
"I want to kill you,
Mother,
I want to...
"Come on, baby, take a chance with us
Come on, baby, take a chance with us
And meet me at the back of the blue bus
(Blue bus still now...Come on, girl)
This is the end, beautiful friend
This is the end, my only friend, the end
It hurts to set you free
But you'll never follow me
The end of laughter and soft lies
The end of night we tried to die
This is the end

Kedung Putri Randublatung








Kedung Putri adalah suatu yang pada masa lalu sampai sekarang banyak menyimpan sejarah bahkan berbau mistik yang konon menurut cerita tempat ini ini sering dipakai mandi oleh Citro Wati Putri Raja Purwocarito yang cantik. Kedung Putri terletak di sebelah utara KPH Randublatung, kurang lebih 10 Km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di petak 52 RPH Gumeng BKPH Temanjang. Secara administrative turut wilayah Desa Tanggel Kecamatan Randubaltung Kab. Blora. Begitu kentalnya muatan sejarah dilokasi ini menjadikannya cukup terkenal di Randublatung. Sejarah Kedung Putri dimulai pada jaman dulu dimana terdapat suatu daerah yang bernama Negara Purwocarito (sekarang Desa Gumeng) yang di pimpin oleh seorang Raja bernama Dian Gondo Kusumo dengan permaisuri Loro Girah, Pasangan raja dan permaesuri dikarunia 3 orang anak yaitu Citro Menggolo, Citro Kusumo dan Citro Wati. Masing-masing keturunan raja Dian Gondo Kusumo di berikan kekuasaan untuk memimpin tiga kerajaan. Masing-masing adalah Citro Menggolo kerajaanya di Mlumpang (sekarang Desa Trembes), Citro Kusumo kerajaannya di Bale Kambang (sekarang Desa Temetes) dan Citro Wati kerajaanya di Purwocarito (sekarang Desa Gumeng). Salah seorang dari ke tiga anaknya yaitu Citro Wati mempunyai paras yang cantik jelita. Karena kecantikannya itu maka banyak putra raja yang lain atau dari golongan bangsawan tertarik dan ingin meminang Citro Wati. Sampai pada akhirnya Putri Citro Wati dilamar oleh 2 (dua) raja Yaitu Begede Katong dari kerajaan Pandan (Sekarang Desa Njetak Wanger,Ngawen) dan Jonggrang prayungan dari kerajaan Atas Angin. Kedua raja tersebut akhirnya perang untuk merebutkan Cito Wati , namun keduanya belum ada yang kalah dan menang dalam peperangan tersebut. Akhirnya Citro Wati datang dan menolak keduanya (Begede Katong dan Jonggrang Prayungan). Karena merasa ditolak, Begede Katong marah dan mendatangkan angin ribut untuk menghancurkan negara Purwo Carito dan akibatnya negara Purwo carito Luluh Lantah rata dengan tanah. Begede Katong tidak putus asa dia tetap melamar Citro wati walapun cintanya di tolak, sesampainya di Gunung Serangkang Begede Katong bertemu dengan Jonggrang Prayungan musuh bebuyutannya, dan keduanya saling berperang lagi, Keduanya berperang saling membunuh sehingga menyebabkan semua perangkat untuk melamar yang dibawa oleh Begede Katong berserakan ketempat lain. tempat Upeti (Bokor Kencono) terlempar di (Desa Pengkol Kec. Banjarejo) yang dinamakan Kedung Bokor, Sirih (Jawa : Suruh) terlempar di (Desa Banyuurip) yang dinamakan Suruhan, Gemblongnya yang teriris–iris terlempar di Desa Temetes dinamakan Tiris, air tapenya menetes di desa Temetes dinamakan Banyu Tes. Cito Wati tetap tidak mau menerima lamaran Begede Katong. Walaupun ditolak cintanya, Begede Katong tidak mau kembali ke negaranya. Jonggrang Prayungan yang merasa penasaran akan kecantikan Citro Wati akhirnya memanjat pohon jati. Karena kesaktiannya pohon jati tersebut tidak kuat menahan beban Jonggrang Prayungan sehingga menyebabkan pohon jati tersebut tertekan kebawah. Bagian bawah pohon membesar yang sekarang di kenal dengan nama “JATI DENOK”. Citro Wati mempunyai kebiasaan yang setiap hari tidak pernah ditinggalkannya yaitu mandi di sungai (Kedung) yang sekarang dinamakan Kedung Putri. Begede katong memanfaatkan situasi tersebut yaitu dengan merubah dirinya menjadi ikan gabus (Kutuk) dan masuk ke dalam sungai. Pada saat Citro Wati mandi di sungai, ia melihat ikan gabus (kutuk) yang sebenarnya adalah jelmaan Begede Katong. Citro Wati sangat senang melihat ikan tersebut dan ia pun bermain di sungai (kedung) itu tanpa curiga sedikitpun akan keberadaan ikan tersebut. Karena seringnya bermain dengan ikan gabus (kutuk) tersebut, tanpa disadari ia bercinta dengan ikan gabus jelmaan Begede katong yang pada akhirnya menyebabkan Citro Wati hamil. Citro Kusumo kakak Citro Wati marah melihat adiknya hamil tanpa di ketahui siapa yang menghamili adiknya, Citro Wati tidak boleh melahirkan melalui alat vitalnya akan tetapi harus melalui perut sebelah kiri. Perut Citro Wati di tusuk dengan keris oleh Citro Kusumo dan keluarlah dari perut Citro Wati anak ikan gabus (Kutuk). Keanehan yang terjadi pada anak Citro Wati menjadikannya sebuah larangan bagi masyarakat dusun Gumeng bahwa mereka tidak boleh makan ikan gabus (kutuk) karena itu merupakan darah dagingnya Citro Wati,
Karena ditusuk perutnya tadi Citro Wati pingsan dan tidak sadarkan diri, Citro Wati diseret oleh Cito Kusumo dan di siram air yang akhirnya sadarkan diri dan air yang dipakai untuk menyiram Citro Wati dinamakan Banyuurip. Sampai sekarang banyuurip masih tetap ada dan selalu di jaga keberadaanya karena dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit. Setelah kejadian itu, Citro Wati berjanji tidak akan kawin sebelum ketemu Joko Sayuto dengan pengapit Joko Santoso. Citro Wati semedi di sungai (kedung Putri) sambil menunggu Joko Sayuto dan Joko Santoso. Cerita sejarah yang masih melekat pada Kedung Putri, bagi masyarakat dusun Gumeng merupakan salah satu peninggalan sejarah yang harus di jaga, baik lokasi, peninggalan-peninggalannya maupun nilai-nilai spiritualnya. Saat ini, tradisi yang dilakukan masyarakat dusun Gumeng di Kedung Putri adalah upacara sedekah bumi. Tujuannya adalah untuk meminta berkah dan keselamatan bagi dusun Gumeng dan daerah sekitarnya. Terkadang ada juga yang melakukan ritual khusus di tempat ini yaitu memberikan sesaji yang tujuannya untuk meminta kekayaan (pesugihan).