Sumber Lumpur Kesongo merupakan kawasan hutan seluas 105,9 ha dengan kekhasan dan keunikan p
erpaduan hamparan hutan rawa tentatif (5,0 ha) dan savana 83,9 ha serta sumber lumpur 12,0 ha. Kawasan tersebut juga merupakan sarang berbagai 19 jenis aves perlu adanya perlindungan aves migran antara lain burung Kuntul Putih (Bulbucus ibis), Bangau Tongtong (Leptotilos javanicus), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Bambangan Merah (Ixopbrychus cinnamomeus) dan Cangak Merah (Ardea purpurea). KPH Randublatung juga menetapkan zone penyangga kawasan ini seluas 707,2 ha.
Hutan Alam (Natural Forest Origin) pada kawasan ini diidentifikasi sebagai hutan yang mempunyai nilai konservasi tinggi berupa konsentrasi biodiversity HCV1 kawasan hutan dengan keunikan hutan rawa dan savana serta habitat aves migran.
erpaduan hamparan hutan rawa tentatif (5,0 ha) dan savana 83,9 ha serta sumber lumpur 12,0 ha. Kawasan tersebut juga merupakan sarang berbagai 19 jenis aves perlu adanya perlindungan aves migran antara lain burung Kuntul Putih (Bulbucus ibis), Bangau Tongtong (Leptotilos javanicus), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Bambangan Merah (Ixopbrychus cinnamomeus) dan Cangak Merah (Ardea purpurea). KPH Randublatung juga menetapkan zone penyangga kawasan ini seluas 707,2 ha.Hutan Alam (Natural Forest Origin) pada kawasan ini diidentifikasi sebagai hutan yang mempunyai nilai konservasi tinggi berupa konsentrasi biodiversity HCV1 kawasan hutan dengan keunikan hutan rawa dan savana serta habitat aves migran.

