Monday, August 18, 2008

INSPIRING

Inspirasi apa yang didapatkan dari seorang Jim Morrison-The DOORS yang mati muda karna OD?? Mengapa tokoh seniman fenomenal kecenderungan mati muda karena OD? Jimmi Hendix, Kurt Cobain dan ...Nike Ardilla he2x. Apakah itu yang menginspirasi sehingga menjadi trend?
Totalitas ... Jim Morrison. Totallitas dalam meneriakkan semangat Light My Fire, totalitas amplitudo-vokal-gumam-teriak. Totalitas suanana magis The End.

Light My Fire
You know that it would be untrue;
You know that I would be a liar;
If I was to say to you;Girl,
we couldn't get much higher
Come on, baby,
light my fire,
Come on, baby,
light my fire,
Try to set the night on fire
The time to hesitate is through,
No time to wallow in the mire,
Try now we can only lose,
And our love become a funeral pyre
The time to hesitate is through,
No time to wallow in the mire;
If I was to say to you;
Girl, we couldn't get much higher

The End
This is the end, beautiful friend
This is the end, my only friend,
the endOf our elaborate plans,
the endOf everything that stands,
the endNo safety or surprise,
the endI'll never look into your eyes Again
Can you picture what will be
So limitless and free
Desperately in need
Of some stranger's hand
In a desperate land
Lost in a Roman wilderness of pain
And all the children are insane
All the children are insaneWaiting for the summer rain
There's danger on the edge of town
Ride the king's highway, baby
Weird seems inside the gold mine
Ride the highway west, baby
Ride the snake
Ride the snake, to the lake, the ancient lake, baby
The snake is long seven miles
Ride the snake
He is old and his skin is cold
The West is the best
The West is the best
Get here and we'll do the rest
The blue bus is calling us
The blue bus is calling us
Driver, where you taking us
The killer awoke before dawn
He put his boots on
He took a face from the ancient gallery
And he walked on down the hall
He went to the room where his sister lived
And then he paid a visit to his brother
And then he walked on down the hall
And he came to a door,and he looked inside
"Father?" -
"Yes, son?" -
"I want to kill you,
Mother,
I want to...
"Come on, baby, take a chance with us
Come on, baby, take a chance with us
And meet me at the back of the blue bus
(Blue bus still now...Come on, girl)
This is the end, beautiful friend
This is the end, my only friend, the end
It hurts to set you free
But you'll never follow me
The end of laughter and soft lies
The end of night we tried to die
This is the end

Kedung Putri Randublatung








Kedung Putri adalah suatu yang pada masa lalu sampai sekarang banyak menyimpan sejarah bahkan berbau mistik yang konon menurut cerita tempat ini ini sering dipakai mandi oleh Citro Wati Putri Raja Purwocarito yang cantik. Kedung Putri terletak di sebelah utara KPH Randublatung, kurang lebih 10 Km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di petak 52 RPH Gumeng BKPH Temanjang. Secara administrative turut wilayah Desa Tanggel Kecamatan Randubaltung Kab. Blora. Begitu kentalnya muatan sejarah dilokasi ini menjadikannya cukup terkenal di Randublatung. Sejarah Kedung Putri dimulai pada jaman dulu dimana terdapat suatu daerah yang bernama Negara Purwocarito (sekarang Desa Gumeng) yang di pimpin oleh seorang Raja bernama Dian Gondo Kusumo dengan permaisuri Loro Girah, Pasangan raja dan permaesuri dikarunia 3 orang anak yaitu Citro Menggolo, Citro Kusumo dan Citro Wati. Masing-masing keturunan raja Dian Gondo Kusumo di berikan kekuasaan untuk memimpin tiga kerajaan. Masing-masing adalah Citro Menggolo kerajaanya di Mlumpang (sekarang Desa Trembes), Citro Kusumo kerajaannya di Bale Kambang (sekarang Desa Temetes) dan Citro Wati kerajaanya di Purwocarito (sekarang Desa Gumeng). Salah seorang dari ke tiga anaknya yaitu Citro Wati mempunyai paras yang cantik jelita. Karena kecantikannya itu maka banyak putra raja yang lain atau dari golongan bangsawan tertarik dan ingin meminang Citro Wati. Sampai pada akhirnya Putri Citro Wati dilamar oleh 2 (dua) raja Yaitu Begede Katong dari kerajaan Pandan (Sekarang Desa Njetak Wanger,Ngawen) dan Jonggrang prayungan dari kerajaan Atas Angin. Kedua raja tersebut akhirnya perang untuk merebutkan Cito Wati , namun keduanya belum ada yang kalah dan menang dalam peperangan tersebut. Akhirnya Citro Wati datang dan menolak keduanya (Begede Katong dan Jonggrang Prayungan). Karena merasa ditolak, Begede Katong marah dan mendatangkan angin ribut untuk menghancurkan negara Purwo Carito dan akibatnya negara Purwo carito Luluh Lantah rata dengan tanah. Begede Katong tidak putus asa dia tetap melamar Citro wati walapun cintanya di tolak, sesampainya di Gunung Serangkang Begede Katong bertemu dengan Jonggrang Prayungan musuh bebuyutannya, dan keduanya saling berperang lagi, Keduanya berperang saling membunuh sehingga menyebabkan semua perangkat untuk melamar yang dibawa oleh Begede Katong berserakan ketempat lain. tempat Upeti (Bokor Kencono) terlempar di (Desa Pengkol Kec. Banjarejo) yang dinamakan Kedung Bokor, Sirih (Jawa : Suruh) terlempar di (Desa Banyuurip) yang dinamakan Suruhan, Gemblongnya yang teriris–iris terlempar di Desa Temetes dinamakan Tiris, air tapenya menetes di desa Temetes dinamakan Banyu Tes. Cito Wati tetap tidak mau menerima lamaran Begede Katong. Walaupun ditolak cintanya, Begede Katong tidak mau kembali ke negaranya. Jonggrang Prayungan yang merasa penasaran akan kecantikan Citro Wati akhirnya memanjat pohon jati. Karena kesaktiannya pohon jati tersebut tidak kuat menahan beban Jonggrang Prayungan sehingga menyebabkan pohon jati tersebut tertekan kebawah. Bagian bawah pohon membesar yang sekarang di kenal dengan nama “JATI DENOK”. Citro Wati mempunyai kebiasaan yang setiap hari tidak pernah ditinggalkannya yaitu mandi di sungai (Kedung) yang sekarang dinamakan Kedung Putri. Begede katong memanfaatkan situasi tersebut yaitu dengan merubah dirinya menjadi ikan gabus (Kutuk) dan masuk ke dalam sungai. Pada saat Citro Wati mandi di sungai, ia melihat ikan gabus (kutuk) yang sebenarnya adalah jelmaan Begede Katong. Citro Wati sangat senang melihat ikan tersebut dan ia pun bermain di sungai (kedung) itu tanpa curiga sedikitpun akan keberadaan ikan tersebut. Karena seringnya bermain dengan ikan gabus (kutuk) tersebut, tanpa disadari ia bercinta dengan ikan gabus jelmaan Begede katong yang pada akhirnya menyebabkan Citro Wati hamil. Citro Kusumo kakak Citro Wati marah melihat adiknya hamil tanpa di ketahui siapa yang menghamili adiknya, Citro Wati tidak boleh melahirkan melalui alat vitalnya akan tetapi harus melalui perut sebelah kiri. Perut Citro Wati di tusuk dengan keris oleh Citro Kusumo dan keluarlah dari perut Citro Wati anak ikan gabus (Kutuk). Keanehan yang terjadi pada anak Citro Wati menjadikannya sebuah larangan bagi masyarakat dusun Gumeng bahwa mereka tidak boleh makan ikan gabus (kutuk) karena itu merupakan darah dagingnya Citro Wati,
Karena ditusuk perutnya tadi Citro Wati pingsan dan tidak sadarkan diri, Citro Wati diseret oleh Cito Kusumo dan di siram air yang akhirnya sadarkan diri dan air yang dipakai untuk menyiram Citro Wati dinamakan Banyuurip. Sampai sekarang banyuurip masih tetap ada dan selalu di jaga keberadaanya karena dipercaya dapat menyembuhkan orang sakit. Setelah kejadian itu, Citro Wati berjanji tidak akan kawin sebelum ketemu Joko Sayuto dengan pengapit Joko Santoso. Citro Wati semedi di sungai (kedung Putri) sambil menunggu Joko Sayuto dan Joko Santoso. Cerita sejarah yang masih melekat pada Kedung Putri, bagi masyarakat dusun Gumeng merupakan salah satu peninggalan sejarah yang harus di jaga, baik lokasi, peninggalan-peninggalannya maupun nilai-nilai spiritualnya. Saat ini, tradisi yang dilakukan masyarakat dusun Gumeng di Kedung Putri adalah upacara sedekah bumi. Tujuannya adalah untuk meminta berkah dan keselamatan bagi dusun Gumeng dan daerah sekitarnya. Terkadang ada juga yang melakukan ritual khusus di tempat ini yaitu memberikan sesaji yang tujuannya untuk meminta kekayaan (pesugihan).



sendang kuwung

Dusun Kuwung adalah salah satu dusun yang letaknya cukup jauh dari Kantor KPH Randublatung. Diam –diam didaerah ini menyimpan tradisi yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sekitar hutan, dimana nilai-nilai budaya yang berbau spiritual masih melekat dalam kehidupan sehari-hari. Dusun Kuwung terletak kurang lebih 6 km dari pusat kota Randublatung, tepatnya di petak 123 RPH Menden, BKPH Beran. Untuk menjangkau daerah ini tidak terlalu sulit karena sudah tersedia jalan yang biasa digunakan masyarakat untuk menuju daerah disekitarnya. Jumlah penduduk dusun Kuwung kurang lebih sekitar 60 kk yang rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Keberadaan Sendang Kuwung yang kini masih dipelihara memberikan warna tersendiri bagi budaya masyarakat dusun Kuwung yang kini menjalani kehhidupan dengan damai. Sendang Kuwung merupakan sumber mata air yang pada saat –saat tertentu digunakan oleh penduduk setempat untuk memenuhi kebutuhan air dusun Kuwung, dusun Bapangan dan daerah sekitarnya.

Jati Denok

Jati Denok, begitu orang menyebutnya, Kata-kata “Denok” identik dengan gadis cantik yang mempunyai tubuh sintal dengan tubuh padat berisi. Ungkapan tersebut memang benar adanya, begitu juga dengan pohon jati yang terletak di petak 62 RPH Temetes BKPH Temanjang yang mempunyai keliling pohon 650 cm, tinggi 30 m dengan bagian pangkal pohon yang membesar. Jati Denok berumur kurang lebih 3 abad atau sektar 300 tahun. Sejarah Jati Denok terkait dengan sejarah di Kedung Putri dimana pohon jati tersebut konon diinjak oleh Jonggrang Prayungan ketika ia ingin melihat kecantikan Putri Citro Wati dari negoro Purwo Carito (sekarang dusun Gumeng). Karena kesaktian yang dimiliki Jonggrang Prayungan, pohon jati yang diinjaknya tidak kuat menahan beban dan akhirnya bagian bawah pohon tersebut tertekan dan membesar sehingga disebut Jati Denok. Seiring dengan berjalannya waktu, Jati denok kini menjadi monumen jati yang tetap berdiri kokoh . Kini disekitar jati denok sering digunakaan oleh masyarakat setempat untuk mencari berkah dan mendapatkan wangsit dari leluhur.


Friday, August 8, 2008

Kawasan Sumber Lumpur Kesongo

Sumber Lumpur Kesongo merupakan kawasan hutan seluas 105,9 ha dengan kekhasan dan keunikan perpaduan hamparan hutan rawa tentatif (5,0 ha) dan savana 83,9 ha serta sumber lumpur 12,0 ha. Kawasan tersebut juga merupakan sarang berbagai 19 jenis aves perlu adanya perlindungan aves migran antara lain burung Kuntul Putih (Bulbucus ibis), Bangau Tongtong (Leptotilos javanicus), Belibis Batu (Dendrocygna javanica), Bambangan Merah (Ixopbrychus cinnamomeus) dan Cangak Merah (Ardea purpurea). KPH Randublatung juga menetapkan zone penyangga kawasan ini seluas 707,2 ha.
Hutan Alam (Natural Forest Origin) pada kawasan ini diidentifikasi sebagai hutan yang mempunyai nilai konservasi tinggi berupa konsentrasi biodiversity HCV1 kawasan hutan dengan keunikan hutan rawa dan savana serta habitat aves migran.

84a Pucung

Terletak di RPH Kemadoh BKPH Pucung, dari kecamatan Jati kurang lebih 7 km ke arah selatan. Merupakan kawasan hutan seluas 34,2 ha dengan dominasi tegakan jati yang ditanam pada tahun 1935 dengan kenampakan vegetasi mendekati hutan alam sekunder dengan indikator ditemui tumbuhan liana. KPH Randublatung juga menetapkan zone penyangga kawasan ini seluas 174,1 ha.
Dengan kenampakan idneik dengan Hutan Alam Sekunder (Semi Natural Forest Origin) pada kawasan ini diidentifikasi sebagai hutan yang mempunyai nilai konservasi tinggi berupa konsentrasi biodiversity HCV2.
Dijumpai satwa RTE yang dijumpai adalah elang bido (Spilornis cheela) &Jelarang Bilalang (Ratufa affinis).